Selasa, 17 April 2012

HAKEKAT BELAJAR DAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA

Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, secara etimologi belajar memiliki arti berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu. Defenisi ini memiliki pengertian bahwa belajar adalah sebuah kegiatan untuk mencapai kepandaian atau ilmu. Di sini, usaha untuk mencapai kepandaian atau ilmu merupakan usaha manusia untuk memenuhi kebutuhannya mendapatkan ilmu atau kepandaian yang belum dipunyainya sebelumnya. “Sehingga dengan belajar itu manusia menjadi tahu, memahami, mengerti, dapat melaksanakan, dan memiliki tentang sesuatu” menurut (Fudyartanto dalam Baharuddin dan Nur Wahyuni, 2007:13).

          Pengertian belajar dijelaskan juga oleh Hilgrad dan Bower belajar (to learn) memiliki arti: 1) to again knowledge, comprehension, or mastery of trough experience or study; 2) to fix in the mind or memory; memorize; 3) to acquire trough experience; 4) to become in forme of to find out. Menurut definisi tersebut belajar memiliki pengertian memperoleh pengetahuan atau menguasai pengetahuan melalui pengalaman, mengingat, menguasai pengalaman, dan mendapatkan informasi atau menemukan. Dengan demikian, belajar memiliki arti dasar adanya aktivitas atau kegiatan dan penguasaan tentang sesuatu.

          Belajar merupakan komponen ilmu pendidikan yang berkenaan dengan tujuan dan bahan acuan interaksi, baik yang bersifat eksplisit maupun implisit (tersembunyi). Sebagai proses akan terarahnya kepada tercapainya tujuan (goal oriented), dalam aspek ini dapat dilihat dari pihak siswa untuk mencapai sesuatu yang berarti baginya maupun guru sesuai dengan tujuan. Belajar merupakan komponen paling vital dalam setiap usaha penyelenggaraan jenis dan jenjang pendidikan, sehingga tanpa proses belajar sesungguhnya tidak pernah ada pendidikan.

          Henry E.Garret berpendapat bahwa belajar merupakan proses yang berlangsung dalam jangka waktu lama melalui latihan maupun pengalaman yang membawa kepada perubahan diri dan perubahan cara mereaksi terhadap suatu perangsang tertentu. Selain itu, Gagne juga menyatakan belajar adalah perubahan yang terjadi dalam kemampuan manusia yang terjadi setelah belajar secara terus menerus, bukan hanya disebabkan oleh proses pertumbuhan saja. Jadi didalam belajar ada waktu yang dibutuhkan, dengan seiring berjalannya waktu belajar itu banyak terdapat proses pembelajaran.

           Pembelajaran mengandung arti setiap kegiatan yang dirancang untuk membantu seorang mempelajari suatu kemampuan dan atau nilai yang baru. Menurut (Corey dalam Sagala, 2011:61) pembelajaran adalah “ suatu proses dimana lingkungan seseorang secara disengaja dikelola untuk memungkinkan ia turut serta dalam tingkah laku tertentu dalam kondisi-kondisi khusus atau menghasilkan respons terhadap situasai tertentu”. Sedangkan menurut (Muhaimin dalam Riyanto, 2010:131) “pembelajaran adalah upaya membelajarkan siswa untuk belajar”. Di sekolah banyak komponen-komponen pembelajaran, dan salah satu contohnya adalah pembelajaran matematika. Sebagaimana dijelaskan diawal penulisan ini matematika adalah mata pelajaran yang diajarkan di setiap jenjang pendidikan, baik dari TK sampai ke jenjang perguruan tinggi.

           Defenisi matematika menurut (Soedjadi, 2000:11) sebagai berikut:
  1. Matematika adalah cabang ilmu pengetahuan eksak dan terorganisir secara sistematis.
  2. Matematika adalah pengetahuan tentang bilangan dan kalkulasi.
  3. Matematika adalah pengetahuan tentang penalaran ligik dan berhungan dengan bilangan.
  4. Matematika adalah pengetahuan tentang fakta-fakta kuantitatif dan masalah tentang ruang dan bentuk.
  5. Matematika adalah pengetahuan tentang struktur-struktur yang logik.
  6. Matematika adalah pengetahuan tentang aturan-aturan yang ketat.
           Menurut (Jhonson dan Rinsing dalam Maukar) dalam bukunya mengatakan bahwa “matematika itu adalah bahasa yang menggunakan istilah yang didefenisikan dengan cermat, jelas, dan akurat, representasinya dengan simbol dan padat, lebih berupa bahasa simbol mengenai ide dari pada bunyi”.
Belajar matematika tidak sekedar learning to know, melainkan harus ditingkatkan menjadi learning ti do, learning tobe, hingga learning to live together. Sesuai dengan Peraturan Menteri No 22 Tahun 2006 tentang tujuan pembelajaran matematika agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut:
  1. Memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antar konsep dan mengaplikasikan konsep atau logaritma, secara luwes, akurat, efesien, dan tepat dalam pemecahan masalah.
  2. Menggunakan penalaranpada pola dan sifat, melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskan gagasan tau pernyataan metematika.
  3. Memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh.
  4. Menkomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram, atau media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah.
          Belajar matematika merupakan suatu aktivitas mental untuk memahami arti dan struktur-struktur, hubungan-hubungan atau simbol-simbol, serta manipulasi konsep-konsep yang dihasilkan ke situasi dunia nyata, sehingga menyebabkan perubahan. Jadi hakekat pembelajaran matematika berkenaan dengan ide-ide, struktur-struktur dan hubungan-hubungannya yang diatur menurut aturan yang logis.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar